Kondisi Bangunan Memprihatinkan, SMP Negeri 2 Jepon Butuh Revitalisasi Segera




BLORA,BLORACRISISCENTER.NEWS –
Kondisi bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, saat ini dalam keadaan memprihatinkan. Sejumlah ruangan, terutama perpustakaan, mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu proses belajar mengajar dan mengancam keselamatan siswa serta guru.

Kepala SMP Negeri 2 Jepon, Ani Purwanto, mengatakan bahwa sebagian besar lantai keramik dan tembok sekolah sudah keropos dan hancur. Plafon serta kuda-kuda bangunan juga rusak parah. Akibatnya, beberapa ruangan di lantai bawah dinyatakan tidak layak dan berbahaya untuk digunakan.

“Guru dan siswa tidak nyaman saat melaksanakan aktivitas di sekolah. Tiupan angin serasa akan merubuhkan bangunan itu. Satu per satu plafon ruangan sudah mulai berjatuhan,” ujar Ani kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Menurut Ani, pada saat cuaca buruk seperti hujan disertai angin kencang, para siswa terpaksa meninggalkan ruang kelas karena khawatir tertimpa runtuhan bahan bangunan. Kondisi ini jelas mengganggu kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, lanjut Ani, sebenarnya telah melakukan survei pada Desember 2025. Tim survei memeriksa dan mencocokkan usulan perbaikan dengan data awal di lapangan.

“Hasil survei mengidentifikasi bahwa gedung memang tidak layak, tidak dapat dipakai, dan berbahaya,” ungkapnya.

Pihak sekolah mengusulkan program revitalisasi yang mencakup perbaikan paving, ruang perpustakaan, kamar mandi, dan gudang. Hampir seluruh ruang perpustakaan rusak berat dan membutuhkan perbaikan segera.

Namun, Ani mengakui bahwa pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran. Ia berharap Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian melalui program strategis pemerintah, yaitu revitalisasi sekolah.

“Kami sangat berharap perhatian dari pihak dinas pendidikan dapat membantu melalui revitalisasi sekolah. Program strategis pemerintah ini guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi serta pembangunan ruang kelas yang aman dan nyaman,” tutup Ani.(Mon)

Lebih baru Lebih lama