BLORA,BLORACRISISCENTER.COM– Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat tidak hanya berhasil meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal di Kabupaten Blora. Seorang pengrajin tahu di Kecamatan Jepon, Yuninda Utami, membuktikan sendiri bagaimana program ini mampu menggandakan omzet produksinya setelah menjalin kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepon Seso 1.
Usaha mikro milik Yuninda yang berlokasi di Desa Geneng, RT 02 RW 01, kini resmi menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan tahu untuk program MBG. Kerja sama strategis ini berawal dari langkah proaktif pihak SPPG yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi produksi guna memastikan kualitas dan higienitas proses pengolahan tahu sebelum menunjuknya sebagai mitra tetap.
"Pihak dapur SPPG datang langsung ke sini untuk melihat proses produksi. Setelah itu, mereka memercayakan kami untuk menyuplai tahu setiap harinya," ungkap Yuninda saat ditemui di lokasi produksinya, Rabu (4/3/2026).
Produksi Meningkat Signifikan
Kepercayaan yang diberikan SPPG membawa perubahan fundamental pada skala usaha rumahan yang dijalaninya. Sebelum bermitra, usaha tahu milik Yuninda hanya mampu menyerap bahan baku kedelai sebanyak 150 kilogram per hari. Namun setelah rutin menyuplai kebutuhan dapur SPPG, produksinya melonjak drastis hingga mencapai 300 kilogram kedelai per hari.
"Dulu hanya 150 kg per hari, sekarang alhamdulillah bisa sampai 300 kg per hari. Ini sangat membantu sekali bagi kelangsungan usaha kami," tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Lonjakan produksi sebesar 100 persen tersebut secara otomatis turut memutar roda perekonomian di lingkungan sekitar, mulai dari kebutuhan tenaga kerja tambahan hingga penyerapan bahan baku pendukung lainnya. Kondisi ini membuktikan bahwa program pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi katalisator pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tingkat akar rumput.
Multiplier Effect bagi Perekonomian Lokal
Yuninda berharap Program Makanan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, program ini memiliki efek ganda (multiplier effect) yang sangat positif bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya.
"Harapan saya, program MBG ini tetap berjalan karena dampaknya sangat positif untuk UMKM seperti kami. Terima kasih Bapak Prabowo," ucapnya, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto selaku penggagas program.
Sementara itu, Perwakilan SPPG Jepon Seso 1 menegaskan bahwa kolaborasi dengan para pemasok lokal merupakan bagian integral dari visi besar program. Pihaknya memastikan bahwa inisiatif ini lebih dari sekadar distribusi bahan pangan.
"Kolaborasi antara suplier, UMKM, dan MBG di Dapur SPPG Jepon Seso 1 ini bukan hanya tentang distribusi bahan. Tetapi ini tentang tumbuh bersama. Dari dapur kecil, lahir dampak besar bagi ekonomi lokal, membuka peluang usaha, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. Bersama kita bergerak, berkembang, dan memberi manfaat nyata," tegas perwakilan SPPG, menegaskan komitmen keberlanjutan program.
Program MBG yang dijalankan di Kabupaten Blora menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah yang tepat sasaran mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan, baik bagi penerima manfaat maupun pelaku UMKM lokal. (Red)








