Viral! Temukan Jeruk Busuk dan Ayam Kecil, Tiga Pihak SPPG Jepon Seso 1 Minta Maaf dan Beri Klarifikasi


BLORA,BLORACRISISCENTER.COM
– Tiga unsur pelaksana dalam penyediaan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepon Seso 1 akhirnya buka suara terkait viralnya keluhan masyarakat. Keluhan tersebut menyoroti kualitas bahan pangan yang tidak sesuai harapan, di antaranya temuan buah jeruk busuk dan ukuran potongan ayam yang dinilai terlalu kecil. Melalui pernyataan resmi yang diterima media pada Kamis (5/3/2026), Asisten Lapangan, Supplier Buah, dan Supplier Ayam menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf secara terbuka.

Kronologi bermula dari unggahan di media sosial yang menampilkan buah jeruk dalam kondisi tidak layak konsumsi. Menanggapi hal ini, Serlyna, Asisten Lapangan SPPG Jepon Seso 1, dengan tegas mengakui adanya kelalaian dalam proses pengawasan di lapangan.

"Kejadian ini murni akibat kelalaian saya saat melakukan pengawasan penyortiran buah jeruk. Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait atas buah jeruk busuk yang sempat viral," ujar Serlyna dalam pernyataannya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak pemasok buah, Mimin, memberikan klarifikasi terkait asal-usul komoditas. Ia menjelaskan bahwa akar masalah ketidaksesuaian kualitas bermula dari kesalahan pengiriman oleh pemasok hulu.

"Selaku supplier buah SPPG Seso 1, saya menyampaikan klarifikasi bahwa SPPG Seso memesan jeruk Medan dengan ukuran besar. Namun, buah yang datang dari pemasok justru berukuran tidak rata, bercampur antara besar dan kecil, dengan tampilan kulit yang burik. Atas kesalahan pengiriman ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," tegas Mimin.

Selain isu buah, perhatian publik juga tertuju pada potongan daging ayam yang dinilai terlalu kecil. Ambar Diani, perwakilan dari PT Sinergi selaku supplier ayam, memberikan penjelasan teknis. Menurutnya, perubahan ukuran potongan merupakan respons terhadap permintaan teknis dari dapur serta fluktuasi harga pasar.

"Sehubungan dengan video potongan ayam yang kelihatan kecil, hal ini terjadi karena adanya perubahan gramasi per potong ayam. Beberapa dapur menginginkan berat timbangan per paket tidak lebih dari 1 kg, sehingga berpengaruh pada gramasi per potong. Selain itu, hal ini juga terkait dengan harga ayam yang sedang tinggi, sehingga untuk menekan harga pokok, dilakukan perubahan gramasi potong yang lebih kecil. Untuk ke depannya, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan berkomitmen akan mengembalikan ukuran gramasi seperti semula," jelas Ambar.

Dengan adanya klarifikasi dari ketiga pihak tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami kronologi kejadian. Para supplier dan petugas lapangan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan guna mendukung kelancaran program penyediaan pangan di wilayah SPPG Jepon Seso 1.(Mon)

Lebih baru Lebih lama